Mengapa Mikrosleep Bisa Lebih Menyegarkan daripada Tidur Malam yang Panjang
Fenomena mikrosleep atau tidur singkat beberapa menit disebut dapat membuat tubuh terasa lebih segar dibanding tidur malam berdurasi panjang, dan para ahli menjelaskan alasannya.
Mikrosleep atau tidur sangat singkat selama beberapa detik hingga beberapa menit kerap terjadi tanpa disadari, terutama ketika seseorang berada di angkutan umum, menunggu, atau sedang dalam kondisi sangat lelah. Meski durasinya sangat pendek, banyak orang melaporkan bahwa mikrosleep justru membuat tubuh terasa lebih segar dan pikiran kembali jernih, seolah mendapatkan energi baru.
Pakar tidur menjelaskan bahwa mikrosleep terjadi ketika otak âmematikanâ sebagian fungsi untuk melakukan reset cepat akibat kelelahan ekstrem. Pada saat itu, bagian otak yang mengatur kewaspadaan dan konsentrasi memasuki fase istirahat dalam waktu sangat singkat, cukup untuk memberi efek penyegaran, meski tubuh tidak benar-benar tidur seperti siklus tidur normal.
Selain itu, mikrosleep biasanya muncul ketika seseorang berada di ambang batas kantuk berat. Pada kondisi ini, tubuh berada dalam fase âsleep pressureâ tertinggi sehingga jeda istirahat meski hanya beberapa detik dapat langsung menurunkan ketegangan tersebut. Itu sebabnya efeknya terasa instan, berbeda dengan tidur malam yang memerlukan tahapan tidur lebih panjang.
Namun, para ahli menegaskan bahwa mikrosleep bukan pengganti tidur malam. Tidur panjang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki sel, mengatur hormon, dan menjaga fungsi otak. Jika seseorang sering mengalami mikrosleep tanpa disengaja, hal itu justru menandakan kualitas tidur malam yang buruk.
Masyarakat disarankan memperbaiki kebiasaan tidur dengan menjaga durasi 7â9 jam per malam, menghindari layar sebelum tidur, serta mengatur jadwal tidur yang konsisten. Mikrosleep bisa membantu menyegarkan tubuh sesaat, tetapi ketergantungan pada fenomena ini menjadi tanda bahwa tubuh sedang kekurangan istirahat yang sesungguhnya.





